Berbagi Ilmu Demi Kemajuan Pendidikan

Latest News - Meet Doctor - Konsultasi Dokter Gratis Secara Online

Teknik Hibridoma dan Teknik Plasmid

Sunday, March 8, 2015

Rekayasa genetika dapat dilakukan dengan menggunakan teknik hibridoma dan teknik plasmid. Hibridoma (hybrid = sel asli, oma = kanker) adalah sel-sel yang dihasilkan dari peleburan (fusi) dua tipe sel yang berbeda menjadi kesatuan tunggal yang mengandung gen dari kedua sel asli. Teknik Hibridoma dilakukan dengan cara mengambil dua jenis sel dari jaringan yang berbeda dari organisme sel tunggal. Tujuan teknik hibridoma salah satu contohnya adalah untuk memperoleh antiboodi untuk diagnosis penyakit atau terapiutik.

Salah satu penggunaan teknik hibridoma yang paling berhasil adalah pembuatan antibodi monoklonal yang mengenali interferon, yaitu bahan alamiah yang membantu tubuh menyerang infeksi virus. Antibodi monokloat adalah sekelompok antibodi yang identik. Oleh karena itu, antibodi monokloat dapat mengenali dan melekat pada antigen yang sama.

Dalam pembuatan antibodi monokloat, hibridoma yang diproduksi berasal dari fusi antara sel B dan sel-sel yang mengandung antigen tertentu, misalnya sel kanker. Umumnya, sel-sel limfa dan sel-sel melanoma (kanker kulit) atau sel B yang bersifat kanker. Yang perlu diperhatikan dalam teknik ini adalah harus diketahui dengan pasti bahwa sel limfa mengandung sebanyak mungkin sel B penghasil antibodi yang dikehendaki.

Teknik kedua adalah plasmid. Plasmid adalah suatu molekul yang biasa diturunkan secara stabil tanpa dikaitkan dengan kromosom. Teknik Plasmid adalah mengenalkan gen-gen baru yang mengarahkan sel untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Contohnya, pembuatan hormon insulin manusia pada hewan. Plasmid dapat memberikan resistensi antibiotik pada patogen manusia dan hewan.

Rekayasa genetika melibatkan penyisipan informasi genetik dari suatu organisme untuk memberikan kemampuan baru ke dalam organisme lain (biasanya bakteri). Bakteri memiliki satu kromosom besar berbentuk lingkaran yang mengandung semua gen-gen yang penting untuk kehidupannya. Selain itu, DNA bakteri berbentuk lingkaran kecil dan tidak terikat pada kromosom serta memiliki bagian yang resistan terhadap antibiotik. Penyisipan materi genetik dari suatu sel organisme ke dalam plasmid bakteri menghasilkan DNA rekombinan. Plasmid dapat keluar dari sel bakteri dan masuk ke dalam sel lain. Oleh karena itu, plasmid yang telah disisipi gen dari organisme lain dapat menjadi vektor yang mengangkut gen itu ke dalam sel yang baru dan mengadakan replikasi sehingga dapat mengklon galur baru bakteri.

Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

Wednesday, January 28, 2015



Jaringan Tumbuhan ada 2 macam :
A.  Jaringan Meristem
  Jaringan meristem terdiri dari sekelompok sel yang tetap dalam fase pembelaan.
  Berdasarkan posisinya dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan menjadi :
  a)  Meristem apikal, terdapat di ujung pucuk utama, pucuk lateral, ujung akar.
  b)  Meristem Interkalar, meristem pada pangkal ruas tumbuhan anggota suku.
  c)  Meristem lateral, terletak sejajar dengan permukaan organ ditemukannya contoh kambium dan kambium gabus.
       Contoh kambium dan kambium gabus.
  Berdasarkan asal-usulnya :
  a)  Meristem sekunder
  B.  Jaringan Dewasa
  Sifat-sifat jaringan dewasa
  1)  Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri.
  2)  Mempunyai ukuran yang lebih besar dibanding sel-sel meristem
  3)  Mempunyai vakuda besar
  4)  Kadang-kadang sel-selnya mati
  5)  Selnya telah mengalami penebalan dinding sesuai dengan fungsinya.
  6)  Diantara sel-selnya dijumpai ruang antar sel

MACAM2 JARINGAN DEWASA
            1. Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis adalah lapisan sel yang berada paling luar pada permukaan
organ-       organ tumbuhan primer seperti akar, batang, daun bunga, buah dan biji.
              Sel-sel    epidermi sebagian dapat berkembang menjadi alat-alat tambahan lain yang sering disebut derivat epidermis, seperti stoma, trikoma, sel kipas, sistolik, sel silika dan sel gabus.
2.  Jaringan Dasar
  Jaringan parenkim disebut jaringan dasar, karena dijumpai hampir disetiap bagian tumbuhan.   Contohnya pada batang dan akar, parenkim dijumpai diantara epidermis dan pembuluh angkut,   sebagai korteks. Parenkim dapat pula dijumpai sebagai empulur batang
3.  Jaringan Penyokong (Penguat / Mekanik)
  Jaringan penyokong dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.

4. Jaringan Pengangkut (Vaskuler)
  Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari xilem dan floem.
  a. Xilem.
   Xilem merupakan suatu jaringan pengangkut yang kompleks terdiri dari berbagai macam bentuk sel. Unsur-unsur xilem terdiri dari :
  a)  Unsur Trakeal
  Unsur trakeal terdiri dari 2 macam sel yaitu trakeal dan trakeid
  b)  Serabut Xilem   Serabut xilem berupa sel-sel panjang dengan ujung meruncing. Serabut xilem berdinding   tebal dan memiliki noktah yang lebih sempit daripada noktah trakeid
  c)  Parenkim Xilem
  Parenkim xilem biasanya tersusun dari sel-sel yang masih hidup. Sel-sel parenkim xilem      berfungsi sebagai tempat cadangan makanan
  b. Floem
  Floem terdiri atas :
  a)  Unsur-unsur Tapis
  Sel-sel tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung yang berlubang-lubang.
  b)  Sel Pengiring
  Sel pengiring berhubungan erat dengan pembuluh tapis, berbentuk silinder, dan lebih   besar daripada sel-sel tapis. Sel pengiring bersifat hidup diduga berperan dalam keluar   masuknya zat-zat makanan melalui pembuluh tapis.
  c)  Serabut Floem
  Serabut floem berbentuk panjang dan dinding sel serabut floem tebal berfungsi sebagai   penguat floem.

  d) Parenkim Floem
  Parenkim floem berisi tepung, damar atau kristal. Floem berfungsi mengangkut hasil   fotosintesis dari daun ke   seluruh tubuh.
Tipe-tipe berkas pengangkutan.
  1.  Tipe Konsentris
  a.  Amfikribal  :  Jika floem mengelilingi xylem
  b.  Amfivasal   :  Jika  xilem mengelilingi floem
  2.  Tipe Kolateral  
  a.  Kolateral terbuka   :  bila antara xylem dan floem terdapat kambium.
  b.  Kolateral tertutup   :  bila antara xylem dan floem tak ada kambium.
  3.  Tipe Radial
  Jika letak xylem dan floem bersebelahan tapi tidak berada di dalam jari-jari yang sama.

5.  Jaringan Sekretoris
 
Jaringan ini dinamakan juga kelenjar internal karema senyawa yang dihasilkan tidak keluar   dari tubuh.
 
Beberapa bentuk yang penting :
  1) 
Sel kelenjar
  2) 
Saluran kelenjar
  3) 
Saluran getah

Organ Pada Tumbuhan:

  1.  Akar
  Berdasarkan asalnya dibedakan menjadi 2 :
  1.  Akar primer yang tumbuh sejak tumbuhan masih embrio.
  2.  Akar luar yang muncul dari batang, daun dan jaringan lain yang tumbuh permanen
  Fungsi Akar Primer :
  -  Menegakkan tumbuhan agar bisa berdiri tegak di atas tanah.
  -  Menyerap air dan bahan-bahan anorganik dari tanah.
  -  Menyimpan makanan.

  2.  Batang
  Fungsinya :
  a)  Alat transportasi zat hara dan hasil fotosintesis.
  b)  Tempat tumbuhnya akar dan batang
  c)  Tempat menyimpan makanan
  d)  Alat perkembangbiakan vegetatif
  Jaringan penyusun batang dari luar ke dalam : epidermis, korteks, silinder pusat. Terdapat teori tentang titik tumbuh.
  1) 
Teori Histogen dari Hainsten.
 
Menurut teori ini jaringan pembuluh batang dapat dibedakan :
  -  Dermatogen   : 
Lapisan luar yang membentuk epidermis
  - 
Periblem  :  Lapisan tengah yang membentuk korteks
  - 
Plerom  :  Lapisan dalam sebagai pembentuk silinder pusat
  2) 
Teori Tunika Korpus dari Schmidt :
  - 
Tunika  :  Sebagai Pembentuk bagian luar
  - 
Korpus  :  Sebagai pembentuk bagian dalam
Pada tumbuhan dikotil ada 2 macam kambium :
a. 
Kambium fasikuler        : kambium yang terdapat didalam fasis, terletak diantara xylem dan floem.       Berfungsi membentuk  xylem skunder dan floem sekunder.
b. 
Kambium interfasikuler : kambium yang terdapat diluar fasis. Berfungsi membentuk jari-jari    empulur.
Adanya aktivitas kambium menyebabkan rusaknya jaringan yang terdapat diluar lingkaran kambium, dan akan  terbentuk kambium gabus (felogen). Felogen kearah luar akan membentuk felem dan kearah dalam akan membentuk feloderm. Pada sel­sel gabus, bagian luarnya dilengkapi dengan lenti sel untuk pertukaran gas.

3.  
Daun
 
Berfungsi :
  a.  
Tempat fotosintesis
  b.  
Tempat menyimpan bahan makanan
  c.  
Alat perkembangbiakan vegetatif
  d.  
Alat evaporasi dan gutasi
 
Jaringan penyusun daun : epidermis atas, parenkim (parenkim palisade dan spon pada tumbuhan   dikotil), jaringan pengangkut, epidermis bawah.

4.   Bunga
 
Berfungsi sebagai alat pembentuk sel kelamin.
 
Struktur pembentuk bunga lengkap :
  a. 
Perhiasan bunga  : terdiri atas mahkota dan kelopak
  b.  
Alat reproduksi   : putik dan benang sari
 
Berbagai tipe bunga
  1.
Bunga lengkap   : terdiri atas kelopak, mahkota, putik dan benang sari.
  2.
Bunga tak lengkap   : bunga yang tidak mempunyai satu atau dua diantara empat bagian     bunga
  3.
Bunga betina  : bunga yang mempunyai putik saja
  4.
Bunga jantan  : bunga yang mempunyai benang sari saja


Menulis Surat Lamaran Pekerjaan dengan Unsur dan Struktur yang Benar

Tuesday, October 21, 2014

Untuk mendapatkan suatu pekerjaan di kantor atau instansi, kita harus mengajukan permintaan atau permohonan ke bagian kepegawaian. Permohonan itu tidak disampaikan secara lisan tetapi secara tertulis dalam bentuk surat lamaran kerja.
Surat lamaran kerja harus disusun dengan sebaik-baiknya karena surat lamaran merupakan perwakilan dari diri si pelamar. Jika dibuat dengan cara dan bahasa yang asal-asalan, ada kemungkinan untuk ditolak dan peluang untuk memperoleh pekerjaan menjadi hilang.
Perubahan dan kemajuan teknologi membawa dampak terhadap segala bidang. Termasuk pula pada tata cara pembuatan dan pengiriman surat lamaran kerja. Wujud surat lamaran kerja semakin beragam dan pembuatannya cenderung semakin praktis. Meskipun demikian, ada prinsip-prinsip serta unsur-unsur pokok dari surat lamaran kerja yang tetap dipertahankan.

     Hal : Lamaran 
                                                                                                                  Lumajang, 23 April 2014
     Yth.
     Pemasang Iklan di Harian Menit
     Tanggal 17 Maret 2014
     PO BOX 2983
     Surabaya
     Dengan hormat,
     Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian Menit pada 17 Maret 2014 yang menyatakan bahwa perusahaan Bapak/Ibu membutuhkan tenaga Desain Grafis, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
     nama : Ardan Prasetya Kheira Sasongko
     tempat, tgl lahir : Jerman, 17 September 1994
     alamat : Jln. P.B Sudirman Waru, Sidoarjo
     pendidikan : S1 Graphic Design Oxford University
     dengan ini mengajukan permohonan untuk diterima sebagai karyawan sesuai dengan lowongan tersebut.
      Saya dapat mengoperasikan komputer, aplikasi desain grafis, teknologi terapan serta dapat berbahasa Inggris, Jerman dan Belanda secara aktif. Saya juga pernah bekerja di perusahaan sebagai tim desain majalah selama 9 bulan. Oleh karena itulah, saya memenuhi persyaratan yang Bapak/Ibu tentukan. Sebagai bahan pertimbangan bersama ini saya lampirkan:
1. daftar riwayat hidup;
2. fotokopi ijazah dan transkrip nilai;
3. fotokopi ijazah kursus bahasa Belanda;
4. SKCK; dan 
5. pas foto.
Besar harapan saya untuk dapat diterima. Atas perhatian dan  kebijaksanaannya disampaikan terima kasih. 

                                                                                                       Hormat saya,



                                                                                                       Ardan Prasetya Kheira Sasongko


Keterkaitan Metabolisme

Monday, October 13, 2014

Metabolisme meliputi anabolisme dan katabolisme. Anabolisme membutuhkan energi (endergonik), sedangkan katabolisme menghasilkan energi (eksergonik). Bagaimanakah hubungan antara anabolisme dengan katabolisme? Marilah kita pelajari dalam bahasan berikut.

1. keterkaitan antara anabolisme dengan katabolisme karbohidrat

anabolisme merupakan proses pembentukan senyawa kompleks dari senyawa sederhana penyusunnya dengan memerlukan energi. Jadi, reaksi anabolisme bersifat endergonik. Sementara itu, katabolisme merupakan proses pemecahan atau penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan membebaskan energi. Jadi reaksi katabolisme bersifat eksergonik. Perhatikan skema Gambar 2.29 di bawah.
Gambar 2.29
Hubungan katabolisme dan anabolisme karbohidrat
            Salah satu proses anabolisme yaitu sintesis atau pembentukan karbohidrat melalui fotosintesis yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan. CO2 dan H2O, dalam reaksi ini, dengan bantuan energi cahaya diubah menjadi karbohidrat yang di dalamnya mengandung energi dalam bentuk ikatan kimia.
            Sementara itu dalam sel-sel makhluk hidup, karbohidrat (dalam hal ini glukosa) akan mengalami serangkaian reaksi respirasi sehingga dihasilkan energi. Selain dibebaskan energi, rekasi pemecahan (katabolisme) glukosa ini juga menghasilkan CO2 dan H2O, apabila digambarkan seperti Gambar 2.29 di atas.


2. keterkaitan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein
Karbohidrat bukanlah satu-satunya zat makanan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Zat makanan lain, seperti lemak dan protein dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Tentu saja tahap-tahap reaksinya tidak sama dengan metabolisme karbohidrat.
            Hidrolisis lemak menghasilkan asam lemak dan gliserol. Asam lemak akan mengalami beta-oksidasi menjadi asetil Co-A. Selanjutnya, asetil Co-A akan memasuki daur atau siklus Krebs. Sementara itu, gliserol akan diubah menjadi senyawa fosfogliseraldehid (G3P) agar dapat memasuki reaksi glikosisis.
            Bagaimana jika protein digunakan sebagai sumber energi? Protein yang memiliki sistem pencernaan akan dipecah oleh enzim protease menjadi asam amino. Selanjutnya asam amino mengalami reaksi deaminasi sehingga dihasilkan NH­3 gugus amin dan asam keto. Pada mamalia dan beberapa hewan pada umumnya, gugus Amin atau NH3 diubah menjadi urea dan dikeluarkan sebagai urine. Sementara itu, asam keto dapat memasuki reaksi glikolisis atau daur Krebs. Pelajari bagan berikut untuk lebih jelasnya.

Gambar 2.30
Metabolisme karbohidrat, lemak dan protein
            Pada bagan tampak jelas adanya keterkaitan antara metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Hal lain yang dapat dijelaskan dari bagan tersebut adalah bahwa lemak yang ada dalam tubuh kita tidak hanya berasal dari makanan yang mengandung lemak, tetapi juga dapat juga berasal dari karbohidrat dan protein.
            Telah dijelaskan bahwa oksidasi karbohidrat, lemak dan protein akan menghasilkan energi. Dari ketiga jenis zat makanan tersebut, manakah yang menghasilkan energi paling banyak? Dibandingkan dengan karbohidrat dan protein, lemak lebih banyak menghasilkan energi ketika dioksidasi. Suatu contoh: satu molekul asam lemak dengan atom 6C (asam heksanoat) yang dioksidasi secara sempurna dapat menghasilkan 44 ATP. Sementara itu, glukosa yang juga mempunyai 6 atom C hanya menghasilkan 36 ATP. Mengapa demikian?
            Asam lemak akan memasuki siklus Krebs setelah diubah menjadi asetil Co-A melalui reaksi beta-oksida. Asam lemak dengan jumlah atom C = 2n, akan menghasilkan sejumlah n asetil Co-A. Dengan demikian, asam heksanoat (6C) menghasilkan 3 molekul asetil Co-A. Mula-mula, asam heksanoat yang teah teraktivasi (memerlukan 2 ATP) menjadi asil Co-A akan memasuki mitokondria. Asil Co-A dalam metokondria mengalami beta-oksidasi. Pada reaksi ini asil Co-A yang berasal dari asam heksanoat (C = 6) mengalami dua kali siklus dan menghasilkan 3 asetil Co-A (C = 2). Siklus pertama menghasilkan 1 molekul asetil Co-A, 1 FADH, 1 NADH dan butiril Co-A (4 atom C). Pada siklus 2 butiril Co-A dioksidasi menjadi 2 molekul asetil Co-A dengan menghasilkan 1 FADH2 dan 1 NADH. Adapun jumlah ATP yang dihasilkan pada beta-oksida dapat dihitung sebagai berikut.
2 FADH2 → 2 x 2 ATP = 4 ATP
2 NADH → 2 x 3 ATP = 6 ATP
Jumlah                           = 10 ATP
            Oleh karena aktivasi asam heksoanat menjadi heksanoil Co-A memerlukan 2 ATP, maka hasil bersih ATP = (10 – 2) ATP = 8 ATP. Selanjutnya, 3 molekul asetil Co-A akan memasuki daur Krebs dan mengalami oksidasi sempurna menjadi CO­2 dan H2O. Pada oksidasi 3 molekul asetil Co-A ini dihasilkan 3 x 12 ATP = 36 ATP. Jadi, oksidasi asam lemak menghasilkan 44 ATP. Perhatikan skema berikut.


Gambar 2.31
Jalur beta-oksidasi asam lemak
            Hal ini juga menunjukkan bahwa makin panjang rantai karbon yang menyusun asam lemak, energi yang dihasilkan makin besar. Misalnya pada asam palmitat yang mempunyai 15 atom C menghasilkan 129 ATP. Bukan hanya itu, senyawa lain hasil hidrolisis lemak yaitu gliseraldehid dapat memasuki jalur glikolisis setelah diubah menjadi gliseraldehid fosfat (PGAL). Selanjutnya PGAL akan diubah menjadi PEP. PEP agar dapat memasuki daur Krebs harus diubah menjadi asetil Co-A. Dari reaksi ini pun (gliserol) dihasilkan cukup banyak energi (36 ATP).

Apa itu Novel?

Friday, October 10, 2014

Novel adalah karangan prosa yang panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.

- Ciri-ciri novel :

  1. Terdiri atas jumlah halaman yang cukup banyak
  2. Dibangun oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik
  3. Menyajikan permasalahan lebih terperinci jika dibandingkan dengan cerpen
Pada dasarnya, unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra berbentuk prosa adalah sama yaitu dilihat dari bentuk konteksnya.
Adapun unsur intrinsik novel adalah :

  • Tema
  • Amanat
  • Alur
  • Gaya Bahasa
  • Penokohan
Unsur seperti ini juga terdapat pada hikayat maupun novel terjemahan.

Hal serupa yang terjadi pada unsur Ekstrinsik novel, hikayat atau novel terjemahan.
Unsur ektrinsik tersebut adalah :

  • Latar belakang pengarang / pengalaman hidup
  • Pendidikan
  • Kepercayaan
  • Situasi
  • Situasi Politik
  • Sosial Budaya

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Wednesday, April 9, 2014

Gambar Tumbuhan Paku (agunkadhitya.files.wordpress.com)

Tumbuhan paku dikelompokkan dalam empat divisi, yaitu Psilophyta, Equisetophyta dan Pterophyta.

1. Divisi Psilotophyta (Paku Purba)
Psylophyta tergolong tumbuhan paku tertua dengan susunan tubuh paling primitif. Tubuhnya tidak memiliki daun dan akar sejati. Psilophyta hanya memiliki rizom yang dilengkapi dengan rizoid, contohnya Psilotum.

2. Divisi Lycopodophyta (Paku Kawat)
Lycopodophyta telah memiliki akar dan daun sejati, contohnya Lycopodium dan Selaginella. Lycopodium atau paku kawat termasuk paku homospora. Berbeda dengan paku kawat, Selaginella atau paku rane termasuk paku heterospora.

3. Divisi Equisetophyta (Paku Ekor Kuda)
Contoh anggota Equisetophyta yang terkenal adalah Equisetum. Tubuh Equisetum kebanyakan berukuran tinggi kurang dari 1 meter serta memiliki akar, batang dan beruas-ruas. Pada tiap ruasnya tumbuh daun yang melingkar. Batangnya dapat membesar karena aktivitas kambium atau mengalami pertumbuhan sekunder. Spora biasanya tumbuh pada bagian ujung batang, berbentuk konus atau strobilus. Equisetrum termasuk tumbuhan paku peralihan.

4. Divisi Pterophyta (Paku Sejati)
Pterophyta sudah memiliki akar, batang dan daun sejati. Di daerah tropis, batang tumbuhan paku tersebut biasanya muncul ke permukaan tanah berbentuk seperti belalai atau tiang. Di daerah beriklim sedang, batang biasanya berada di dalam tanah sehingga yang tampak dominan adalah daunnya yang tipis dan lebar. Spora dibentuk dalam sporangium yang terdapat pada permukaaan bawah daun. Anggota tumbuhan paku tersebut umumnya homospora. Spora yang berkecambah selanjutnya berkembang menjadi gametofit berbentuk seperti hati. Pada permukaan bawah gametofit tersebut terdapat rizoid, anteridium dan arkegonium. Contoh Pterophyta adalah suplir (Adiantum cuneatum), paku tiang (Alsophilla glauca), Cyanthea, Asplenium dan semanggi (Marsilea crenata).

Source: Google.com
Priadi, Arif. 2010. Biologi 1 SMA Kelas X. Jakarta:Yudhistira

Arkebakteri (Archaebacteria)

Arkebaketria (arkae) adalah organisme uniselular tertua di bumi.

A. Ciri - ciri Arkebakteri
Arkebakteri secara kimia berbeda dengan organisme prokariota yang lain. Ciri-ciri umum arkebakteri antara lain sebagai berikut.

  1. Memiliki membran sel, materi genetika yang tersusun dari RNA dan dinding sel bukan dari peptidoglikan. Materi genetika arkebakteri mengapung pada bagian yang disebut nukleoid.
  2. Ditemukan di lingkungan yang ekstrem, seperti sumber air panas, kawah gunung berapi atau danau asin.
  3. Memiliki ukuran yang kecil seperti bakteri, yaitu antara 0,2-10µm.
  4. Baik arkebakteri maupun bakteri umumnya bereproduksi dengan cara aseksual, yaitu membelah diri. Hanya sebagian kecil saja yang melangsungkan reproduksi seksual.


B. Klasifikasi Arkebakteri
Arkebakteri metanogen dikelompokkan menjadi tiga macam berdasarkan lingkungan hidupnya, yaitu arkebakteri metanogen, arkebakteri halofil dan arkebakteri termoasidofil.

1. Arkebakteri Metanogen
Arkebakteri metanogen memanen energi dengan mengubah H2 dan CO2 menjadi gas metan. Arkebakteri tersebut tidak dapat hidup jika ada oksigen (anaerob obligat). Organisme tersebut ditemukan di rawa-rawa, limbah dan saluran pencernaan manusia dan hewan, contohnya Methanosarcina.

2. Arkebakteri Halofil
Arkebakteri halofil menyukai lingkungan dengan kadar garam tinggi seperti di Laut Mati dan Air Asin. Konsentrasi garam yang tinggi dapat memusnahkan sebagian besar bakteri. Namun, arkebakteri halofil menggunakan garam tersebut untuk menghasilkan energi. Contohnya adalah Halobacterium halobium yang hidup di daerah tambak.

3. Arkebakteri Termoasidofil
Arkebakteri termoasidofil ditemukan di lingkungan dengan derajat keasaman dan suhu yang tinggi, seperti di kawah gunung berapi dan sumber air panas. Contohnya, Sulfolobus yang ditemukan di sumber air panas.
Sulfolobus


Methanosarcina


Source: Google.com
Priadi, Arif. 2010. Biologi 1 SMA Kelas X. Jakarta:Yudhistira